Di banyak bisnis, aktivitas setor uang tunai sering dianggap hal rutin. Tidak sedikit perusahaan yang memilih melakukan setor uang tunai sendiri ke bank demi menghemat biaya atau karena sudah terbiasa. Namun di balik kebiasaan tersebut, terdapat berbagai risiko yang sering luput diperhitungkan.
Disini kita akan membahas perbedaan antara setor uang tunai sendiri dan menggunakan layanan Cash in Transit (CIT), dari sisi keamanan, efisiensi, hingga keberlangsungan operasional.
Risiko Setor Uang Tunai Tanpa Layanan CIT
1. Risiko Keamanan Fisik
2. Tidak Ada Sistem Pengamanan Berlapis
3. Potensi Human Error
4. Gangguan Operasional
Menggunakan Layanan Cash in Transit Advantage: Apa Bedanya?
1. Keamanan Terjamin
2. Proses Terverifikasi
3. Efisiensi Waktu dan Sumber Daya
4. Mitigasi Risiko End-to-End
Kesimpulan:
Menyetor uang tunai sendiri mungkin terlihat praktis, namun menyimpan risiko yang tidak kecil. Layanan Cash in Transit hadir bukan sekadar sebagai pengangkut uang, melainkan sebagai mitra pengamanan dan efisiensi operasional.
Tentang Advantage
Advantage adalah perusahaan PJPUR dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Dengan 35 kantor cabang di seluruh Indonesia dan 500+ armada operasional, ADV menyediakan layanan unggulan seperti Cash Replenishment (CR), Cash In Transit (CIT), dan First Line Maintenance (FLM). Dukungan jaringan luas, armada andal, serta teknologi DCT menjadikan Advantage mitra terpercaya bagi perusahaan di seluruh Indonesia.


