Ketika transaksi digital tumbuh pesat, banyak yang berasumsi bahwa uang tunai perlahan ditinggalkan. Namun kenyataannya, uang tunai tetap menjadi nadi perekonomian Indonesia. Bank Indonesia mencatat bahwa per Januari 2025, uang beredar (M2) mencapai Rp 9.232,8 triliun, tumbuh 5,9% yoy. Komponen uang kartal sendiri tercatat sebesar Rp 1.010,0 triliun, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10,3 %. (Sumber Infobanknews)
Angka ini memperjelas bahwa kebutuhan terhadap layanan manajemen uang tunai mulai dari Cash Processing, pengisian ATM, transaksi ritel, hingga logistik uang tunai dan barang berharga tetap relevan dan sangat krusial.
Mengapa Layanan Cash Management Masih Vital?
- 1. Kepercayaan & Keamanan
Klien seperti bank, retail, hingga perusahaan multinasional, membutuhkan mitra yang bisa memastikan uang dan aset mereka dikelola dengan standar keamanan tertinggi. - 2. Ketersediaan Tunai untuk Publik
Di tengah tren QRIS & e-wallet, uang tunai tetap jadi solusi sehari-hari. Ketersediaan uang di ATM dan retail bukan sekadar layanan — tapi kebutuhan masyarakat. - 3. Efisiensi & Transparansi
Dengan sistem digital, tracking, dan otomasi, layanan cash management membantu menekan risiko kehilangan, sekaligus memberi transparansi yang dibutuhkan klien maupun regulator.
Advantage: Komitmen Memperkuat Reputasi, Konsisten Membangun Kepercayaan
Sebagai salah satu perusahaan PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah) terbesar di Indonesia, Advantage telah menunjukkan rekam jejak kuat dalam mendukung stabilitas ekosistem uang tunai nasional. Advantage percaya bahwa uang tunai dan layanan cash management masih akan terus menjadi bagian vital dari sistem ekonomi Indonesia. Di tengah era digital, peran PJPUR bukan hanya menjaga perputaran uang, tapi juga menghadirkan kepercayaan, kepastian, dan ketenangan bagi masyarakat dan klien.
Dengan pengalaman kuat, jaringan luas, serta inovasi teknologi yang sudah terbukti, Advantage berkomitmen untuk terus menjadi mitra terpercaya dalam setiap transaksi yang bernilai.